You are here
Home > Lifestyle

3 Hal Ini Harus Dibaca Di Polis Asuransi Jiwa

Polis Asuransi

Saat ini sudah banyak warga yang sadar dengan manfaat yang bisa didapatkan jika mempunyai asuransi, Manfaat dari asuransi sendiri adalah untuk mempersiapkan berbagai kemungkinan terburuk sehingga mendapatkan jaminan. Asuransi sendiri ada bermacam-macam, mulai dari asuransi jiwa, kesehatan, properti hingga transportasi. Umumnya, orang Indonesia pasti mengetahui tentang asuransi jiwa dan kesehatan Mengenai asuransi dari pemerintah misalnya, terdapat beberapa aturan yang biasanya disebut Polis Asuransi.

Polis berisikan aturan-aturan mengenai perjanjian antara si pemilik asuransi dan perusahaan penyedia asuransi. Beberapa poin krusial memang harus dipelajari dengan baik sehingga nantinya tidak akan menjadi permasalahan seperti tidak bisa diklaim dan sebagainya.

Namun sayangnya masih banyak warga yang mengabaikan polis asuransi dan jarang membaca aturan-aturan yang tertera pada polis asuransi, khusus untuk asuransi jiwa, ada beberapa hal yang wajib dibaca, seperti:

1. Data Pemegang dan Tertanggung

Karena polis adalah dokumen legal, nasabah harus memastikan data – data tertanggung akurat dan benar. Ini sangat penting karena saat nanti terjadi musibah dan akan dilakukan klaim, data – data dalam polis yang menjadi acuan pihak asuransi.

Jangan sampai data, misalnya nama, hubungan keluarga, salah. Jika itu terjadi, proses pembayaran klaim akan sulit dilakukan. Oleh karena itu, selain mengisi data secara hati-hati dan akurat di awal pengajuan, mengecek kembali dalam polis adalah hal yang juga tidak kalah penting. Double-check ini membantu memastikan keakuratan data.

2. Manfaat Perlindungan Asuransi

Pastikan manfaat asuransi yang tercantum di dalam polis sudah sesuai dengan yang diinginkan. Menyangkut manfaat, hal – hal yang penting dicermati adalah:

• Besarnya Uang Pertanggungan (UP) untuk perlindungan jiwa. Ini adalah nilai uang yang akan diterima oleh ahli waris jika tertanggung mengalami musibah.
• Masa waktu pertanggungan. Sampai tertanggung di usia berapa asuransi memberikan proteksi.
• Jatah kamar rawat ini per hari untuk asuransi kesehatan. Pastikan jenis asuransi kesehatan sesuai dengan yang kita harapkan. Saat ini, secara umum ada dua jenis cara pergantian klaim asuransi kesehatan, yaitu: (1) penggantian berdasarkan tagihan dan (2) santunan harian. Santunan harian tidak melihat berapa tagihan rumah sakit, tetapi mengganti berdasarkan jumlah hari rawat inap dikali nilai per harinya.
• Manfaat dari asuransi tambahan, seperti penyakit kritis, kecelakaan dan santunan kesehatan.
• Cara melakukan klaim mengenai dokumen yang dibutuhkan dan batasan waktu pengajuan. Misalnya, asuransi menetapkan bahwa klaim diajukan secara tertulis disertai berkas-berkas asli sebagaimana tercantum dalam Polis diajukan dalam waktu 90 (sembilan puluh) hari sejak Tertanggung meninggal atau akhir masa pertanggungan. Jangan sampai lewat 90 hari karena akan ditolak oleh asuransi.

3. Ketentuan Premi

Menyangkut premi, hal – hal penting yang penting yaitu:

• Jumlah premi yang harus dibayar, periode pembayaran (bulanan, enam bulanan atau tahunan), cara pembayaran yang dipilih (transfer, debit rekening atau kartu kredit) dan mata uang pembayaran.• Ketentuan jika terlambat membayar premi. Biasanya diberikan grace period selama 1 bulan sejak batas waktu pembayaran premi, dimana dalam periode ini meskipun premi belum dibayar, namun perlindungan masih efektif (klaim masih diterima). Lepas dari grace period, polis lapse, dimana saat itu jika terjadi musibah sudah tidak diproteksi oleh asuransi.
• Pemulihan polis yang sudah lapse. Untuk menghidupkan kembali polis yang sudah mati, tanpa perlu proses ulang kembali, disebut pemulihan. Perlu dilihat batas waktu dan syarat untuk melakukan pemulihan jika polis sudah lapse.

Itulah beberapa hal yang wajib dibaca, Namun sebenarnya membaca polis adalah keharusan, akan lebih baik meluangkan waktu sebentar untuk membaca dari pada menyesal di kemuadian hari.

Leave a Reply

Top